Arsitektur sasaran
Turunkan tujuan organisasi ke unit dan peran tanpa memaksakan indikator yang sama untuk semua orang. Jelaskan hubungan kontribusi dan batas tanggung jawab antartim.
Hubungkan tujuan organisasi dengan kontribusi tim dan percakapan kinerja.
Menghubungkan bukti lapangan dengan rekomendasi yang dapat dieksekusi.
Turunkan tujuan organisasi ke unit dan peran tanpa memaksakan indikator yang sama untuk semua orang. Jelaskan hubungan kontribusi dan batas tanggung jawab antartim.
Dokumentasikan rumus, sumber, frekuensi, pemilik, dan arah perbaikan setiap KPI. Bedakan indikator hasil dari aktivitas pendahulu yang dapat dikendalikan tim.
Rancang ritme percakapan kinerja, bukti pencapaian, dan mekanisme kalibrasi. Evaluasi diarahkan untuk memahami hambatan dan menentukan dukungan, bukan hanya memberi skor.
Hubungkan kerangka kinerja dengan Extended HRIS atau dashboard. Uji konsistensi data serta cara penggunaan oleh manajer sebelum memperluas penilaian.
Pilihan kerangka mengikuti tujuan dan ritme organisasi. Yang utama adalah kejelasan kontribusi, ukuran, akuntabilitas, serta cara review.
Tidak otomatis. Kesiapan proses, kualitas data, dan kebijakan imbalan perlu ditinjau sebelum penilaian memengaruhi keputusan tersebut.
Satu perjalanan karyawan. Dari administrasi hingga pertumbuhan talenta.
Pelajari selengkapnyaBaca kinerja lintas fungsi dari data transaksi yang konsisten.
Pelajari selengkapnyaIntegrasikan strategi SDM, desain organisasi, manajemen kinerja, dan pengembangan talenta.
Pelajari selengkapnyaJadwalkan sesi penjajakan awal untuk merumuskan ruang lingkup pendampingan.